Kontak Info:

Phone:021 29134017
Mobile:+62 877-7177-5663
Website:Belipart
komponen fast moving harus sering diganti
Edukasi

Komponen atau Sparepart Fast Moving yang Mesti Sering Diganti Rutin

Kalo punya kendaraan jelas kita juga mempunyai tanggung jawab untuk merawatnya. Kita mesti kasih perawatan terbaik dan semaksimal mungkin biar motor kamu tetap prima dan bebas masalah. Perawatan yang dilakukan salah satunya dengan rutin ganti sparepart atau komponen yang mesti sering diganti. Makanya sering dicek secara teratur ya, sob.

Nah, apa saja komponen sparepart yang mesti rutin diganti atau kerennya disebut fast moving parts tersebut? Simak berikut ini ya! 

1. Oli Sebagai Pelumas Antar Komponen

jenis oli motor full sintetis
Ganti oli mesin secara rutin bikin motor awet

Baik motor matic atau manual, oli ini perannya sangat vital, sob. Ada oli mesin dan ada oli gardan khusus untuk matic. Oli mesin punya peran sebagai pelumas komponen friksi di dalam mesin. Kalo diibaratin nih, oli itu semacam darah di tubuh manusia. Dan jangan lupa, kalo fakta oli lainnya juga untuk meratakan panas yang ditimbulkan mesin.

Bayangin kalo darah di dalem tubuh kamu nggak ngalir, mampet, atau makin dikit. Nah, oli mesin juga gitu. Kalo oli mesin udah nggak licin, warnanya makin hitam pekat, harus buru-buru diganti. Ya kalo emang pemakaian rutin tiap hari, paling nggak sebulan sekali ganti-lah oli.

2. CVT Matic

komponen kanvas ganda motor sering diganti
Kanvas ganda CVT mengalami aus

Sebagai komponen penyalur daya dari mesin, V-belt dalam rangkaian CVT tentu mendapat beban kerja yang cukup berat. Begitu juga roller, kampas ganda maupun per CVT. Kesemua komponen yang disebutkan di atas saling berkaitan. Apabila salah satu mengalami masalah, komponen yang lain akan terpengaruh. 

Oleh sebab itu, komponen penggerak CVT ini wajib mendapat perawatan rutin. Sempatkan tiap 20.000 Km atau siklus ganti oli, komponen ini diperiksa. Rata-rata bagian CVT ini baru minta diganti pada 40.000 Km ke atas, itupun tergantung pemakaian. Semakin sering motor digunakan, maka makin cepat juga komponen harus sering diganti.

 

Ganti Per CVT Lebih Keras, Akselerasi Matic Lebih Responsif

3. Komponen Rantai dan Gear Sering Diganti

cek ketegangan rantai
Tegangan rantai yang pas mencegah rantai cepat putus

Sama seperti CVT pada matic, rantai dan gear menopang tanggung jawab besar. Karena beban yang besar inilah, terkadang rantai mudah melar atau gir mengalami aus. Bahkan kelamaan gear dan rantai terjadi oblak. Peristiwa seperti ini terjadi karena rantai jarang dilumasi. Apabila gejala rantai timbul bunyi berisik, segera periksa kerenggangan rantai. Segera ganti dengan rantai set dengan gear agar keduanya lebih awet.

4. Busi

Suku cadang yang satu ini emang kecil. Tapi kalo udah bermasalah, nyusahin juga, sob. Busi berfungsi memantik api biar pembakaran mesin bisa bekerja sebagaimana mestinya. Kalo udah kotor mending diganti jangan dibersihin. Sebabnya, pernah saya tulis di artikel yang ini.

Penggantian busi biasanya dilakukan kalo motor kesayangan udah menempuh jarak 20.000 km sampai 50.000 km.

Kelistrikan Motor Bermasalah Belum Tentu Aki Penyebabnya

 

5. Aki

Aki pada motor kekinian juga sangat penting dan harus bekerja dengan normal. Terlebih untuk motor berteknologi injeksi. Aki ini berfungsi ngoperasiin sistem kelistrikan motor termasuk ECU. Kalo kamu pake aki basah harus rutin dicek kondisi atau kapasitas air akinya. 

Kalo aki kering punya daya tahan yang lebih lama. Motor baru akan diganti tiap 1,5-2 tahun sekali. Itu pun kalo pemakaiannya rutin. Aki akan semakin awet kalo motor tiap hari dipakai atau minimal dipanasin.

6. Kanvas Rem dan Kaki-kaki 

kanvas rem komponen yang sering pula diganti

Perangkat pengereman nggak boleh dianggap remeh. Sebagai komponen penunjang keselamatan dan kenyamanan berkendara, bagian ini penting untuk diperhatikan. Kampas rem mestinya rutin diganti, atau kalo kanvas rem udah mulai tipis. Penggantian kanvas rem biasanya dilakuin tiap 20.000 km. 

Nah, sebaiknya sekalian periksa juga bagian kaki-kaki. Bagian seperti swing arm, tromol dan laher roda yang rentan rusak karena jalanan yang dilalui. Komponen ini wajib ganti kalo terjadi masalah.

7. Kanvas Kopling

Buat kamu yang pake motor sport atau manual, harus rutin juga ngecek kanvas kopling, terlebih sering dipake stop n go. Kanvas kopling bakalan habis sesuai kondisi jalanan yang sering dihadapi. Penggantian kanvas kopling disaranin dicek saat memasuki 10.000 hingga 50.000 Km atau pemeriksaan saat perawatan rutin. Kampas kopling yang aus bakal nyusahin saat hendak oper gigi, dan lebih parahnya bisa selip pas motor dikebut.

Tapi biar lebih awet, perhatikan dulu cara kamu berkendara. Hindari jari tangan selalu berada di tuas kopling. Kopling yang tertekan setengah-setengah malah bikin kampas seperti digerus.

8. Filter

filter saringan udara

Bagian penyaring ini aja 3 jenis, filter udara, bensin dan oli. Filter udara motor biasanya punya usia pakai yang relatif rendah. Terlebih yang sering melewati wilayah yang tinggi polusi dan debu. Sebenarnya, fungsi saringan udara ini buat menjaga kualitas bahan bakar yang digunakan agar tetap bersih nggak terkontaminasi. Filter udara adalah yang paling sering minta ganti secara berkala. Selain itu ada pula filter oli dan filter bensin. Komponen penyaring ini juga harusnya sering diganti, bukan hanya dibersihkan. Sebab ada beberapa jenis filter yang menggunakan material kertas yang jika di semprot kompresor atau dicuci bensin bakal rusak.

3 Komponen Filter Dalam Motor Yang Mesti Dirawat

 

9. Ban

Ban bakalan sering ganti biasa disebabkan faktor eksternal dan internal. Faktor eksternalnya kalo kamu “hobi” hantem jalan rusak ya bakalan cepet rusak. Atau sering gas-rem yang bikin ban cepet botak. Faktor internalnya antara kelebihan atau kekurangan tekanan bannya, sob. 

Biasanya ban bakalan ganti tiap 3 tahun sekali atau batas maksimal pemakaian 40.000 km. Sebenarnya tergantung pemakaian juga, kok.

Youtube Belipart