fbpx

Kontak Info:

Phone:021 29134017
Mobile:+62 877-7177-5663
Website:Belipart
temlar roller rocker arm
Umum

Roller Rocker Arm, Alasan Kenapa Harus Pakai Yang Ini!

Rocker Arm atau temlar mungkin sebuah nama yang nggak asing lagi bagi bikers yang doyan otak-atik mesin motor. Kecuali pada motor DOHC yang memang nggak perlu pelatuk kem. Karena setiap kali setting klep, pastinya bagian ini punya peran penting menyalurkan “sinyal” buka tutup klep. Bagian ini dipercaya berperan penting dalam efisiensi kerja mesin. Saking pentingnya, pengembangan teknologi “rocker arm” pun mulai “digeber” dengan berbagai macam improve, salah satunya roller. Oleh karena itu lah teknologi ini dikenal dengan istilah populer Roller Rocker Arm. 

 

Awal Penerapan RRA Di Indonesia

Nah, temuan baru rocker arm jenis bearing ini dimanfaatkan Honda untuk diadopsi pada hampir di seluruh produk. Seperti Honda Karisma, bebek 125 cc yang pertama kali disematkan roller rocker arm oleh pabrikan pada 2004 lalu. FYI, Karisma merupakan motor produksi Indonesia yang pertama kali pakai roller rocker arm di Tanah Air. Dirasa ada peningkatan performa, generasi bebek Honda selanjutnya disematkan pula RRA. Nggak ketinggalan skutik sekelas BeAT hingga PCX pun mengadopsi pelatuk kem jenis ini.

honda karisma 125

 

Baca juga : Kelebihan & Kekurangan, Ini Perbedaan Oli Mineral Dan Sintetik!

 

Dari situlah akhirnya pabrikan motor Jepang lainnya turut “mengekor” teknologi semacam ini. Seperti Yamaha, yang juga mengadopsi pelatuk klep model ini buat Jupiter MX135 dan motor naked sportnya yakni, V-Ixion. Dan saat ini, hampir semua motor SOHC terbaru juga menggunakan temlar Roller karena tingkat efisiensi kerja yang lebih bagus sehingga lebih irit BBM dengan performa lebih baik. Bakal gue jelasin kenapa roller rocker arm ini lebih “disukai” mesin, lengkapnya dibawah ini!

 

Roller Rocker Arm 

Mulai membahas dari cara kerjanya, RRA sebagai part krusial yang meneruskan gerakan kem (noken as) untuk membuka katup. Sesuai kinerja mesin 4-tak, klep ex membuka untuk membuang gas sisa pembakaran saat piston melakukan langkah buang (naik). Setelah proses buang, barulah klep in menyusul terbuka untuk memasukkan udara dan bensin ke ruang bakar berbarengan dengan langkah hisap (turun). 

siklus mesin 4 tak

Perbedaan yang jelas terlihat berbeda adalah pada bearing yang ditempatkan di salah satu ujung yang melakukan kontak langsung dengan camshaft. Tujuan pemasangan bearing alias roller ini agar friksi dari kedua komponen yang bersinggungan semakin kecil. Efeknya pada mesin pun jadi semakin efisien dengan makin berkurangnya hambatan atau bobot kerja mesin. Artinya, makin rendah friksi dalam proses kerja sebuah mesin, maka akan lebih baik.

roller rocker arm
Friksi lebih minim, kedua komponen nggak bergesekan, hanya “tergelincir”

Dengan begini, tentu saja output tenaga juga lebih besar dan suara mesin terdengar lebih senyap. Dan keuntungan dari pemakaian teknologi ini ternyata nggak cuma sampai disitu, berikut diantaranya :

  • Suhu mesin lebih lambat untuk panas
  • Efisiensi volumetrik bertambah berkat suhu mesin yang relatif lebih dingin
  • Akselerasi lebih cepat
  • Lebih irit bensin

Terbukti kok, punggawa Bintang Racing Team, Tommy Huang saja berani mendevelop RRA. Bahkan buat turun balap.

Beri Komentar